Situasi keluarga semakin tertekan setelah banjir bandang melanda desa mereka. Rumah keluarga Pandiangan sempat diterjang banjir yang merusak sebagian bangunan dan perabot rumah tangga. Bahkan becak milik ayahnya yang digunakan untuk mengangkut hasil bumi dilaporkan hilang terseret arus.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih, Bunga mengaku keberlanjutan beasiswa menjadi faktor penting agar ia dapat menyelesaikan pendidikannya.
Menurutnya, selain program pendidikan, perusahaan tambang tersebut selama ini juga memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara serta bantuan kebutuhan dasar.
Namun dengan terhentinya operasi tambang, muncul kekhawatiran bahwa sejumlah program sosial yang selama ini menopang masyarakat sekitar juga akan ikut terhenti.
Bunga berharap pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan keberlanjutan bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima beasiswa agar tidak menjadi korban dari dampak kebijakan tersebut.
“Kami hanya ingin tetap bisa menyelesaikan kuliah,” katanya.
