AKBP Oloan sempat memberikan peringatan agar pemuda tersebut berhenti, namun yang terjadi justru sebaliknya, Kapolres dilempari batu dan petasan.
Tiga tembakan peringatan dilepaskan ke udara, namun situasi makin memburuk, dan Kapolres akhirnya melepaskan tiga tembakan lagi ke arah kaki guna membela diri.
“Guna membela diri dan menghindari jatuh korban dari personel, Kapolres melepaskan tembakan sebanyak tiga kali lagi ke arah kaki menggunakan senpi dinas dengan pandangan yang agak samar ke arah yang menembak dengan mercon,” jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan.
Akibat insiden tersebut, dua remaja terkena tembakan. MS tertembak di bagian perut dan akhirnya meninggal dunia, sementara remaja lain berinisial B (17) terkena tembakan di bagian tangan.
Polda Sumut kini tengah mendalami insiden ini lebih lanjut, sembari mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat berujung petaka.
