PADANGSIDIMPUAN (LENSAKINI)-Pagi itu, matahari terlihat cerah. Seorang perempuan lanjut usia terlihat berjalan menuju salah satu bangunan di Jalan Serma Lian Kosong, Kota Padangsidimpuan.
Setiap langkahnya terasa berat, namun, semangatnya tidak pudar demi mengais rupiah di Kota Padangsidimpuan. Siti Hajar, sudah berusia 72 tahun. Tapi, ia harus menjadi peminta-minta di kota yang belum lama dikenalnya.
Kerasnya hidup memaksa perempuan seumurnya terpaksa harus berjalan belasan kilometer setiap hari demi menyambung hidup, bukan untuk kaya. Bahkan, untuk menjadi seorang peminta dia harus menanggung utang.
“Boleh saya minta kopi,”ujarnya ketika sampai di warung kopi tidak jauh dari Gudung Adam Malik, atau yang lebih dikenal Gedung Nasional.
Pemilik warung pun nampak langsung membuatkan dan mengantor kopi ke depan nenek Siti Hajar. Dia duduk tepat di depan pintu masuk ke warung tersebut. Setelah menyeduh kopi miliknya, senyum terlihat dari wajah yang sudah nampak tua itu.
Siti Hajar meminta salah rokok kepada salah seorang pengunjung di warung kopi tersebut.”Minta rokoknya satu batang,”tutur perempuan yang mengaku masih memiliki anak itu.
