PADANGSIDIMPUAN-Sore itu, gerimis turun di Kota Padangsidimpuan, tidak terkecuali di Jalan Serma Lian Kosong. Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Sumatera Utara.
Dari sisi kejauhan, nampak seorang bocah kecil bernama Imel Siregar, warga Batunadua Julu, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Langkahnya tertuju kepada setiap pengendara mobil yang sedang antrian mengisi bahan bakar minyak (BBM) di tempat itu.
Rambutnya basah, air hujan masih terlihat jelas ketika dia memasuki salah satu warung kopi di tempat itu. Tanpa rasa malu, dia menawarkan jualannya kepada setiap pengunjung di kafe tersebut. Imel kecil menjajakan dagangan kacang rebus bungkus berkeliling.
Setiap bungkus, kacang rebus tersebut dijual seharga Rp6 ribu dengan modal Rp4 ribu. Imel saat ini sekolah disalah satu taman kanak-kakak (TK) tidak jauh dari lokasi rumahnya.
Melihat Imel sudah basah, Rusydi Nasution, Wakil Ketua 1 DPRD Sidimpuan memanggil Imel dengan niat membeli kacang rebus milik Imel sembari membantunya. Dengan sedikit malu, Imel bercerita, dia dan kakaknya diantar Ibunya (bekerja disawah) ke pasar dan setelah dagangannya habis, mereka akan pulang.
“Kalau jualan sudah habis, kami langsung pulang,naik angkutan umum” tuturnya. Menjadi penjual kacang rebus di usianya yang masih bocah demi membantu ibunya. Pekerjaan sebagai penjual kacang rebus itu dilakoni Imel hampir setiap hari.
Mendengar cerita Imel Rusydi Nasution langsung memberikan sejumlah uang. Namun, Imel tidak mau terima tanpa membeli kacang rebus dagangannya.”Oke, saya akan beli kacang rebusnya, setelah itu harus mau terima uang dari saya ya,”ujar Rusydi kepada Imel.
Mendengar perkataan Rusydi, Imel langsung terdiam. Spontan, Rusydi mengambil sejumlah uang dari kantongnya dan membeli semua barang dagangan imel.”Ini uang, sisanya ambil semua sama Imel ya,”ujarnya sembari meletakkan uang tersebut kepada Imel.
Setelah Imel pergi, Rusydi bercerita sudah dari awal memperhatikan Imel. Tak heran, Rusydi menyanjung kepribadian Imel yang tidak mau meminta-minta.”Salut dengan sikap anak itu, meski seperti itu, dia tak mau meminta,”tandasnya.
Rusydi Nasution berharap agar pihak terkait dapat memperhatikan anak-anak seperti Imel. ” Ini memang tugas kita bersama, namun porsi pemerintah sesuai konstitusi lebih besar, mari kita pastikan tidak ada anak yang tak bersekolah karena alasan ekonomi,”tandasnya.
(zn)
