Lebih lanjut, Thaib menyebut permintaan maaf itu seharusnya disampaikan secara khusus kepada Al-Washliyah, karena pernyataan kontroversial itu disampaikan langsung di hadapan massa Al-Washliyah.
“Dia (Lom Lom) itu kan menyampaikannya di depan massa Al Washliyah, harusnya secara khusus meminta maaf kepada Al Washliyah, bukan di depan ormas lain. Dia kan pejabat publik, dia menyampaikannya sebagai pejabat negara yang ada batasan yang diperbolehkan untuk diungkapkan ke publik dan tidak boleh,” pungkasnya.
Sebelumnya, pernyataan Wakil Bupati Lom Lom soal Deli Serdang sebagai “Kabupaten Nahdliyin” ramai diperbincangkan karena dianggap tidak tepat dan memicu ketersinggungan, terutama dari kalangan Al-Washliyah yang memiliki sejarah dan basis kuat di wilayah tersebut.
