1 Syawal Versi Muhammadiyah
Di sisi lain Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026. Penetapan tersebut menggunakan metode hisab dengan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal.
Sementara pemerintah akan menentukan awal Syawal melalui sidang isbat yang biasanya digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 29 Ramadan.
Thomas menilai potensi perbedaan penetapan Idul Fitri antara pemerintah dan Muhammadiyah cukup besar dan kemungkinan dapat terjadi kembali pada tahun tahun mendatang.
“Penggunaan KHGT yang secara resmi akan dimulai pada 1447 atau 2025 berpotensi makin sering terjadi perbedaan awal Ramadan, Syawal, atau Idul Fitri,” jelas Thomas.
Selama kriteria yang digunakan pemerintah dan Muhammadiyah tidak berubah potensi perbedaan penetapan awal bulan hijriah diperkirakan masih akan terus terjadi.
