Indeks

Pria Mengaku-ngaku Petugas Dinsos Madina Tipu IRT Jutaan Rupiah

  • Bagikan

MANDAILING NATAL- Diduga korban hipnotis, NH (47) warga Desa Tebing Tinggi Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditipu hingga lenyap uang jutaan rupiah dan beberapa gram cincin emas. Minggu(13/3/2022).

Di ceritakan Anak kandung perempuan NH bernama AH (20) bahwa keluarganya sudah menjadi korban penipuan oleh seorang laki-laki yang mengaku tukang data penerima bantuan dari pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Madina.

Kemudian, kata AH , kejadian tersebut terjadi pada, Sabtu (12/3/2022) kemarin sekitar pukul 16.00 Wib di rumah mereka sendiri.

“Awalnya ada pria menaiki sepeda motor ninja berwarna silver berpakaian rapi memakai tas kecil datang menjumpai saya di depan rumah. Kemudian, menanyakan ibu saya ada nggak di rumah, dia mau jumpa dan mengaku dari dinas sosial untuk mendata penerima bantuan,” ujarnya.

Spontan, AH langsung memanggil ibunya dan mengatakan ada yang mau jumpa dari dinas sosial mau mendata sambil menatap wajah pria yang mau masuk ke dalam rumah.

“Kami bersaudara ada 6 orang. Kebetulan adek yang paling kecil sedang di luar rumah, jadi hanya 5 orang saja yang disuruh mendekat kepada si pria itu. Ayah kan sudah meninggal tahun lalu, hanya ibu yang menemani kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, AH menceritakan pria berbadan kurus dan kulit putih ini menerangkan kepada mereka bahwa ada bantuan dari pemerintah yang ingin disalurkan kepada masyarakat, namun jumlahnya terbatas. 30 penerima saja di Madina, sambil memperlihatkan foto penerima lainnya yang sudah tersalurkan.

“Setelah dia survey rumah, jenis usaha dan pendapatan per bulan orang tua saya. Dia menyebut ada 3 syarat untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan biaya sekolah itu yakni paling singkat 5 tahun berdomisili di desa tempat tinggal, pekerjaan sebagai petani dan keluarga yang hemat,”ujar AH.

Dalam kategori yang dimaksud pria tersebut, beberapa persyaratan langsung dia minta termasuk buku tabungan, uang tunai yang disimpan di rumah. Dengan tidak sadar langsung mengambil uang sebanyak Rp 1.800.000.

“pria itu melihat cincin emas yang saya pakai. Tanpa sadar, saya juga menyerahkan kepadanya sebagai bukti jaminan penerima bantuan sosial yang disiapkan 4 amplot berisi Rp 4 juta. 2 amplot untuk BLT, kemudian 2 lagi untuk bantuan sekolah. Lalu, amplop itu dia kasih kepada kami, namun berjanji tidak akan dibuka sebelum dia datang kembali bersama ustaz yang ingin membayar nazar kepada mereka (anak yatim),”tutur Ibu AH.

Namun, AH mengaku dalam perbincangan yang mereka bangun dengan pria tersebut dapat dirasakan dalam hati, tapi tidak bisa diucapkan, melainkan menuruti semua apa kata pria tukang tipu tersebut.

“Kami tunggu dia sesuai perjanjian mau datang dengan ustaz untuk membayar nazar. Saat itu sudah mau magrib, namun kami belum sadar kami sudah ditipu. Adek yang paling kecil tadi datang ke rumah sambil heran melihat ada apa dengan kami, sambil memaksa ibu agar membuka amplop tersebut. Akhirnya, 4 amplop yang dikasih hanya berisi potongan kertas. Pria itu sampai sekarang tidak datang, dia pulang ke daerah Panyabungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madina, Dedi Armansyah mengatakan tidak ada melakukan pendataan dan pembagian bansos di wilayah Kecamatan Panyabungan Timur.

“Program dimaksud sama sekali tidak ada dari dinas sosial,”ujarnya kepada wartawan melalui akun whatshapp.

Kemudian, Kata Dedi, seluruh bantuan pemerintah itu ada yang dibagi melalui rekening, kantor pos, kalau untuk pendataan langsung ke rumah warga itu tidak ada.

“Bantuan pemerintah itu sudah ada pos masing-masing, ada yang di salurkan melalui rekening, ada juga melalui kantor pos. Kalau pendataan langsung ke rumah warga apalagi mengatasnamakan bantuan sosial itu sudah penipuan, kita himbau kepada seluruh masyarakat Mandailing Natal agar berhati-hati dan jangan mudah percaya dengan modus tersebut,”tutupnya.(zn)

  • Bagikan
Exit mobile version