Program padat karya ini dirancang agar setiap pemilik sawah berpartisipasi aktif. Dengan bekerja di lahan milik sendiri, petani memperoleh upah harian yang layak sekaligus membantu mempercepat rehabilitasi area terdampak.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total lahan terdampak banjir di tiga provinsi Sumatera mencapai 98 ribu hektare, dengan 32 ribu hektare berada di Aceh.
Khusus di Aceh, sekitar 10 ribu hektare sawah masuk dalam program ini, dengan proyeksi serapan tenaga kerja mencapai 200 ribu hari orang kerja.
Sistem pembayaran upah dilakukan setiap hari, memastikan pendapatan petani tetap lancar selama proses pemulihan.













