Cerita Klarisa, Siswa SD yang Selamat Karena Tersangkut di Pohon Saat Banjir Bandang Batang Toru

  • Bagikan

TAPANULI SELATAN-Klarisa Tarihoran, siswa kelas I SD Negeri Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, harus berjuang untuk bertahan hidup saat banjir bandang melanda desanya.

Tubuh mungilnya terseret air bercampur lumpur dan gelondongan kayu. Klarisa yang tidak memiliki keahlian berenang harus terpisah dengan keluarganya dan hanyut sepanjang 1 kilometer dari rumah.

Klarisa sempat putus asa, karena air berulang kali membenam tubuh anak ke dua dari empat bersaudara itu. Beruntung, Klarisa bisa menangkap jerigen yang lewat di hadapannya dan dijadikan pelampung.

Bermodalkan jerigen, Klarisa akhirnya tersangkut di salah satu pohon rembutan. Di tempat itu dia bertahan dari derasnya air. Ia tak berani bergerak dan hanya memegangi batang pohon rembutan dan jerigen yang di tangannya.

Kondisi semakin parah, ketika Klarisa mulai merasakan lapar. Beruntung, tiba-tiba kardus berisi roti dan air mineral lewat di hadapannya. Tak mau menunggu lama, Klarisa mengambil dan langsung makan.

“Saya bisa makan karena saat itu ada roti dan air mineral tiba-tiba lewat di depan saya,”ungkapnya kepada LENSAKINI.id ketika ditemui.

Pagi itu, kata Klarisa, hujan deras melanda Desa Huta Godang. Selanjutnya, air tiba-tiba naik dan menggenangi rumah. Melihat kondisi air sudah tinggi, ia bersama kakak, nenek dan satu orang anggota keluarga yang lain berpegangan tangan.

  • Bagikan