Ini Profil Fathul Wahid, Rektor UII yang Tak Mau Dipanggil Profesor

  • Bagikan

Yogyakarta – Sosok Fathul Wahid kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan akademisi dan masyarakat luas.  (UII) ini mengambil langkah berani dengan meminta agar gelar “Profesor” tidak lagi digunakan dalam penyebutan nama beliau, kecuali pada dokumen akademik resmi seperti ijazah dan transkrip nilai.

Fathul Wahid, yang menjabat sebagai Rektor UII sejak 2018 dan terpilih untuk periode kedua hingga 2026, baru-baru ini menerbitkan surat edaran yang meminta kepada semua pejabat struktural di lingkungan UII untuk mengikuti kebijakan ini.

Surat edaran tersebut ditandatangani pada 18 Juli 2024 dan menekankan bahwa penghilangan gelar dalam komunikasi sehari-hari bertujuan untuk memperkuat atmosfer kolegial di kampus.

Dalam akun Instagram-nya, Fathul Wahid juga menegaskan keinginannya untuk menyederhanakan sebutan dengan menulis, “Dengan segala hormat, sebagai upaya desakralisasi jabatan profesor, kepada seluruh sahabat mulai hari ini mohon jangan panggil saya dengan sebutan ‘Prof’. Panggil saja: Fathul, Dik Fathul, Kang Fathul, Mas Fathul, Pak Fathul. InsyaAllah akan lebih menentramkan dan membahagiakan. Matur nuwun.”

Keputusan ini mencerminkan upaya Fathul Wahid untuk menekankan kesetaraan dan mengurangi jarak antara pimpinan dan mahasiswa.

Dalam pandangannya, gelar akademik yang seringkali menimbulkan kekaguman dan rasa hormat yang berlebihan dapat mengganggu hubungan yang lebih egaliter dan terbuka dalam lingkungan akademis.

Latar belakang Fathul Wahid sebagai akademisi dan pemimpin akademik tidak dapat dipandang sebelah mata. Lulusan program Doktor dari University of Agder, Norwegia, Fathul Wahid dikenal sebagai pakar dalam bidang sistem dan teknologi informasi.

  • Bagikan