MEDAN (LENSAKINI) – Aksi percobaan begal yang dialami seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Farhan Arisy Pakpahan, tidak berhenti di lokasi kejadian.
Selain nyaris menjadi korban pembegalan, Farhan juga mengaku menjadi korban pencurian dan pemerasan oleh oknum TNI yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Pajus, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Jumat (13/2/2026) dini hari. Saat itu, Farhan dituduh sebagai pelaku pemerkosaan anak di bawah umur oleh dua pria tak dikenal yang mengaku sebagai polisi.
Dalam situasi tersebut, seorang oknum TNI berinisial O datang ke lokasi. Namun, menurut Farhan, alih-alih melindunginya, oknum tersebut justru mendudukkannya di atas sepeda motor dan memukul kepalanya saat ia berontak karena khawatir sepeda motornya dibawa orang lain.
Ia juga menyebutkan sepeda motornya sempat dibawa rekan oknum TNI tersebut yang berinisial A.
“Di perjalanan tas saya diminta si A, lalu HP saya juga diminta dan ditanya PIN-nya,” kata Farhan, Selasa (24/2/2026).
Farhan mengatakan, ia kemudian diantar ke kos-kosan di kawasan Padang Bulan dan sempat memberikan sejumlah uang sebagai bentuk terima kasih karena merasa telah ditolong dari amukan massa.
Namun, saat hendak membuat laporan percobaan begal di Polsek Medan Baru, ia mendapat kabar dari temannya bahwa tablet dan earphone miliknya yang berada di dalam tas telah hilang.
“Saat mau membuat laporan di Polsek, saya ditelepon teman. Katanya tablet dan earphone saya hilang,” bebernya.
Farhan kemudian menghubungi oknum TNI tersebut. Keesokan harinya, ia mengaku diminta uang Rp15 juta dengan dalih membantu menemukan barang-barangnya yang hilang.
“Dia bilang mudah mendapatkan tablet saya, asal saya bantu dia dulu. Minta Rp15 juta,” ucapnya.













