Oknum TNI di Medan Diduga Jadi Dalang Pemerasan Setelah Percobaan Begal Mahasiswa USU

  • Bagikan
Oknum TNI Pemeras Mahasiswa

Permintaan itu ditolak oleh Farhan. Tak lama berselang, seseorang yang mengaku bernama Riko menghubungi Farhan dan menawarkan tablet yang diduga miliknya untuk ditebus. Bersama polisi, Farhan sempat mengatur pertemuan di sejumlah lokasi untuk melakukan penjebakan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Farhan kemudian melacak perangkatnya melalui aplikasi. AirPods miliknya ditemukan tertanam di tanah di kawasan Jalan Panigara, Medan Baru. Disaksikan kepala lingkungan setempat, ia menggali tanah dan menemukan sendiri barang berharganya tersebut.

Tak sampai di situ, Farhan terus melakukan pencarian, kali ini terhadap tabletnya. Dari hasil pelacakan melalui aplikasi, sinyal tablet terdeteksi di pusat perbelanjaan Milenium.

“Saya tanya pedagang di sana, katanya ada oknum TNI datang hendak menjual tablet, tetapi ditolak. Ada rekaman CCTV juga,” ujarnya.

Merasa dirugikan, Farhan melapor ke Polisi Militer (PM). Setelah dilakukan pemanggilan, oknum TNI tersebut datang dan akhirnya mengembalikan tablet milik Farhan. Di hadapan PM, oknum itu mengaku telah menebus tablet tersebut seharga Rp1 juta.

“Yang penting barang saya kembali. Tapi setelah itu dia masih menghubungi saya dan meminta uang pengganti karena telah menebus tablet itu. Padahal, saat dia menunjukkan bon, isi tulisannya justru biaya untuk membobol tablet saya,” ujar Farhan.

Mahasiswa tingkat akhir Sastra Jepang itu mengaku seluruh percakapan terkait dugaan pemerasan, termasuk rekaman CCTV saat oknum TNI tersebut diduga hendak menjual tabletnya, telah ia kantongi sebagai barang bukti.

“Semua bukti saya pegang. Mulai dari rekaman percakapan sampai rekaman CCTV, semuanya saya simpan,” tutupnya.

  • Bagikan