Selanjutnya, Roma Hasibuan meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Aceh usai video mereka viral di media sosial beberapa waktu lalu.
“Di sini kami tidak bermaksud membantah atau ingin membalas.

Kami hanya ingin meluruskan bahwa kami yayasan resmi dan terdaftar,” tulis Roma dalam keterangannya tersebut.

Roma menjelaskan, dana yang digalang tersebut rencananya bakal digunakan untuk pembangunan pondok tahfiz yang menampung anak-anak yatim dan tidak mampu.
Anak-anak itu, lanjut Roma, nanti akan dididik untuk menjadi penghafal Qur’an di pondok yang sedang dirintis oleh yayasan tersebut.
Pihak yayasan, tambah Roma, juga menyesalkan pihak yang merekam kejadian tersebut karena tidak bertanya langsung ke mereka saat di lokasi kejadian.
“Sehingga menciptakan mindset serta anggapan yang kurang baik di masyarakat luas,” lanjutnya.
Pimpinan yayasan tersebut menyampaikan, melalui klarifikasi tertulis ini mereka ingin meluruskan kejadian tersebut agar tak menjadi fitnah yang semakin meluas di masyarakat.
“Bagi saudara-saudara yang ingin kejelasan tentang kami, dengan tangan terbuka menunggu di Yayasan Quran Al-Fatah,” ungkap Roma.
Dalam klarifikasi tersebut, tambah Roma Hasibuan, pihaknya juga ikut melampirkan surat pengesahan pendirian yayasan itu yang berbadan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.



















