“Supir mengalami luka pada kepala, luka memar pada tangan kanan, sedangkan kernet luka robek pada kepala, tangan kanan patah, kaki kanan patah, mengeluarakan darah dikepala mulut dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” sebutnya.
Dia menjelaskan kecelakaan tersebut bermula truk yang dikendarai Budi yang membawa balok kayu dari Siulang Aling menuju Singkuang. Sesampainya Jalan areal PT. ARM, truk mengalami rem blong saat di jalan turunan. Akhirnya Budi banting setir ke arah kanan dan menabrak tebing yang ada di sisi jalan.
Sedangkan saat proses itu, penumpangnya Pardamean mencoba menyelamatkan diri dengan melompat. Namun naas akibat menabrak tebing, muatan truk yang berupa blok kayu yang besar menimpa dirinya dan mengakibatkan meninggal dunia.
“Pardamean Haharap melompat dan keluar dari mobil (truk) dan tertimpa muatan balok kayu dikarenakan rantai kayu putus,” ungkap Saszoro dikutip dari laman Detik.com.
Setelah berhasil dievakuasi oleh pihak kepolisian, jenazah dibawa ke kediamannya di Desa Sikarakara 4, Kecamatan Natal, Madina. Sedangkan supirnya, kata Saszoro saat ini juga sudah berada di kediamannya, setelah mendapat perawatan.
“Sudah dibawa ke kediamannya (jenazah Pardamean), korban luka hanya berobat jalan (supir Budi),” tutupnya. (zn)












