Unik! Panjat Pinang Berhadiah ‘Janda’ di Cianjur, Ini Makna di Baliknya

  • Bagikan

Cianjur – Ada yang unik dan tak biasa dalam peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia di Kampung Lembur Tengah, Desa Solokpandan, Kecamatan Cianjur.

Di tengah gegap gempita perlombaan, sebuah lomba panjat pinang mencuri perhatian publik karena menghadirkan hadiah yang tak biasa—seorang ‘janda’. Keunikan ini segera viral di media sosial, memicu banyak tawa sekaligus perbincangan tentang makna di baliknya.

Dalam video yang beredar luas, terlihat sejumlah pria berusaha keras memanjat tiang yang diposisikan menyerong. Di ujung tiang tersebut, duduk seseorang yang berpenampilan perempuan, mengenakan kerudung dan pakaian merah sambil memegang payung. Rupanya, sosok ‘janda’ ini adalah hadiah utama bagi peserta yang berhasil mencapai puncak.

Namun, Ketua RW 16 Kampung Lembur Tengah, Amir Saepudin, mengungkapkan bahwa sosok tersebut bukanlah perempuan sungguhan. “Itu sebenarnya laki-laki yang didandani seperti perempuan,” jelas Amir, Senin (19/8/2024).

Menurutnya, ide lomba ini memang sengaja dibuat unik agar berbeda dari perlombaan panjat pinang pada umumnya yang sudah terlalu sering dilakukan.

Lomba ini, lanjut Amir, memiliki makna filosofis yang dalam. Sosok ‘janda’ di puncak tiang bukan sekadar hiasan, melainkan simbol dari perjuangan manusia di dunia.

“Harta, tahta, dan wanita adalah gambaran urusan dunia yang harus dikejar dan diusahakan. Kalau tidak sanggup sendiri, maka bersama-sama untuk mencapainya,” ujar Amir, mengibaratkan perlombaan panjat pinang ini sebagai usaha manusia dalam mengejar tujuan hidup.

Selain hadiah utama berupa sosok ‘janda’ yang disimbolkan dengan uang tunai, panitia juga menyiapkan beragam hadiah lainnya bagi peserta yang bisa mencapai puncak.

Namun, tidak hanya panjat pinang, Kampung Lembur Tengah juga menggelar lomba-lomba lainnya yang sarat makna, seperti lomba menangkap tikus. Lomba ini, menurut Amir, membawa pesan penting bagi pemerintah agar serius memberantas korupsi di negeri ini.

“Pesan dari lomba ini adalah agar pemerintah menangkap seluruh ‘tikus kantor’ atau koruptor yang menyengsarakan masyarakat. Harapan kami, pesan ini sampai dan bisa membantu memberantas para koruptor,” tutup Amir.

  • Bagikan