Syahrul M Pasaribu Dibalik Terbitnya Sertificate Indikasi Geografis Kopi Arabica Sipirok

  • Bagikan

TAPANULI SELATAN-Berbicara tentang terbitnya sertificate Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabica Sipirok, tentunya tidak terlepas dari nama Syahrul M Pasaribu yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Bagaimana tidak, sosok Syahrul yang mendorong lahirnya IG itu. Hal itu terungkap pada acara Grand Opening Cafe One Coffee Sipirok Silua, beberapa waktu yang lalu. Tak heran, mantan anggota DPRD Sumut tersebut langsung mendapat apresiasi dari penggiat kopi khususnya Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tapsel.

Saat berbicara di hadapan warga, Ketua MPIG Suryadi melalui Wakil Ketua Awaluddin Batubara, langsung membeberkan sejumlah fakta tentang dorongan Syahrul terkait terbitnya IG kopi Sipirok.

Menurutnya, terbitnya IG tersebut dari Kemenkum HAM RI yang diserahkkan kepada Bupati Tapsel November 2018 di acara pameran pembangunan HUT Tapsel ke-68, sudah pasti tidak lepas dari sosok dan perjuangan gigih Pak Syahrul beserta stakeholders lainnya.

“Kami (MPIG) sangat berterimakasih kepada Syahrul M Pasaribu,”ujarnya. Pernyataan yang sama juga datang dari Sekretaris MPIG Tapsel Hasman Ritonga. Dia mengatakan, pegiat kopi Tapsel patut bersyukur terbitnya IG sebagai pengakuan negara terhadap kekhasan aroma dan Rasa Kopi Arabica Sipirok, namun masih perlu pembenahan berbagai hal agar semua jenis kopi Sipirok Tapsel lebih dikenal dan lebih maju lagi.

“Kami, Organisasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang Pak Syahrul bentuk tahun 2015 melalui Surat Keputusan Bupati Tapsel, masih mempunyai banyak PR yang harus kami benahi termasuk pemetaan pegiat kopi dan jenis kopi di Tapsel untuk mendapatkan nomor registrasi yang diharapkan bekerjasama dengan Pemkab Tapsel,” kata dia.

MPIG juga berharap kepada pihak-pihak terkait khususnya Pemerintah Daerah untuk dapat bergandeng tangan memajukan Kopi Tapsel, agar bisa bersaing dengan daerah lain.

“Kita ingin kopi Tapsel ini menjadi tuan di tanah sendiri. Jangan sampai ibarat kambing punya susu lembu punya nama atau kita susah payah orang lain dapat nama,” kata dia sembari berpribahasa.

Owner One Coffee Sipirok Silua, Irwansyah Siregar selain mengucapkan selamat datang juga mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat Sumut Syahrul Pasaribu yang juga Pembina KTNA Tapsel yang berkenan meresmikan usaha kopi kami ini, ujarnya”.

“Semoga kehadiran bapak ibu semua menjadi motivasi bagi kami untuk mengembangkan usaha kopi sekaligus upaya memperkenalkan produk unggulan kopi daerah kepada semua orang,” ucapnya.

Sementara Syahrul M.Pasaribu yang juga Wkl.Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Sumut itu, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya bahwa pelaku usaha mikro kecil menengah khususnya komoditas kopi di wilayah yang pernah dipimpinnya semakin berkembang.

“Apalagi setelah terbitnya IG dan terbentuknya MPIG dan pegiat-pegiat Kopi lainnya di Sipirok, sehingga kopi mulai berkembang pesat dan disukai orang banyak. Moga Kopi Sipirok dan Kopi Tapsel lainnya semakin jaya ke depan,” ucapnya.

Kata Syahrul, pada masa Gubernur Sumut Raja Inal Siregar sudah sangat mendorong kemajuan Kopi Sipirok yang memiliki ciri khas aroma dan rasa.

“Karenanya saya juga mendorong minat masyarakat untuk kembali tertarik bertanam Kopi saat menjabat Bupati tidak lepas untuk mewujudkan semangat alm Pak Raja Inal agar Kopi Sipirok lebih mendunia,” ujarnya.

Selain itu di Agustus 2014 dalam rangka menggairahkan petani dilakukan Festival Kopi atas kerjasama Pemkab Tapsel dan berbagai pegiat kopi dibawah pimpinan Ayub S.Pulungan dari Jakarta di Alun-alun Sipirok. Festival menyeduh dan minum kopi bersama berhasil memecahkan rekor diikuti 3068 orang mendapatkan penghargaan dari MURI, ujar Syahrul Ketua Dewan Penasehat KAHMI Tapsel itu.

Syahrul berharap dan yakin Pemkab akan mampu menyatukan semua potensi dan berkolarasi dengan semua penggiat kopi, sehingga kopi Sipirok – Tapsel semakin dikenal luas secara nasional maupun internasioal yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani dan penggiat kopi sebagai bagian dari upaya mempercepat masyarakat yang lebih sehat, cerdas dan sejahtera, ujarnya”.

Hadir di acara yang di rangkai penyantunan sejumlah anak yatim ini di antaranya Ketua HKTI Tapsel Hamdan Nasution serta sejumlah pelaku dan pegiat kopi seperti PDM Kopi, Tyana Kopi dan lainnya. (zn)

  • Bagikan