Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk kembali tertawa dan bersosialisasi.
“Kami ingin menghadirkan hiburan agar mereka tidak terus larut dalam ketakutan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa memunculkan semangat baru bagi mereka untuk kembali bangkit,” ungkap Dastri.
Dastri juga menyebut, Posko Sopo Daganak beberapa waktu lalu sempat digunakan sebagai tempat Sekolah Minggu bagi anak-anak beragama Kristen. Hal itu dilakukan karena gereja mereka belum dapat digunakan setelah bencana.
“Karena gereja mereka belum bisa digunakan setelah banjir, posko ini sempat kami jadikan tempat agar anak-anak tetap bisa mengikuti Sekolah Minggu,” tambahnya.
Sejak awal bencana, PTAR menjadikan Sopo Daganak sebagai salah satu posko penanggulangan bencana untuk menjadi tempat aman bagi para penyintas.
Hingga saat ini, perusahaan masih menyalurkan bantuan, mulai dari bahan makanan, layanan kesehatan dasar, fasilitas sanitasi, hingga dukungan logistik lainnya untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi.













