TAPANULI SELATAN-Pekik tangis dan Air mata Bunga Hasibun, tidak bisa terelakkan ketika ia mengetahui bahwa Safariyanti, orang yang sedang berdiri di hadapannya adalah salah seorang perempuan yang membeli buah durian miliknya tiga hari sebelum peristiwa banjir bandang itu terjadi.
Menurut Safariyanti, selama tiga bulan ini, ia kerap melintas dari Desa Goroga dan mencari tahu keberadaan rumah perempuan penjual durian itu. Di dalam hati, dia berdoa agar penjual durian itu diselamatkan oleh Allah SWT dan dipertemukan kembali sama dia.
Perempuan yang saat ini tergabung dalam Yayasan Abulyatama mengaku, percakapan terakhir yang dilontarkan Bunga kepadanya adalah menyuruh Safariyanti dan rombongan datang lagi bulan 12 ke kampung itu.
Beruntung, mereka akhirnya dipertemukan pada saat kegiatan Safari Ramadan 2026 Sesi Trauma Healing. “Saat itu, kami bersama rombongan membeli durian satu karung di tempat kak Bunga Hasibuan,”ujar Safariyanti ketika mengisi acara Trauma Healing Safari Ramadan Tambang Emas Martabe, Sabtu (12/2).
Satu kalimat yang paling Safariyanti ingat dari Bunga Hasibuan “Kak, bulan 12 balik lagi ke sini ya, kami panen durian sere”. Dua minggu setelah banjir bandang, Saya langsung datang ke Garoga mencari kak Bunga,”tuturnya.
Sementara itu, Bunga mengaku saat kejadian dia harus bersusah payah untuk menyelamatkan diri dan orangtuanya. Ia sudah bersyukur saat ini selamat dari kejadian itu.













