PADANGSIDIMPUAN-Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), ternyata daerah yang banyak menerima paket proyek pembangunan jalan dan jembatan dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Dilansir dari laman Medanbisnisdaily.com, jumlah paket pekerjaan pembangunan yang akan direalisasikan tahun 2022 di Madina sebanyak 8 paket. Sayangnya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Pemkot Padangsidimpuan yang hanya menerima satu paket pembangunan.
Paket proyek di Madina itu, Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Muara Soma-Simp Gambir 3,24 km, Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Muara Pungkut-Simp Banyak 2,20 km, Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Sp Banyak-Bts Sumbar 2,00 km, Pembangunan Box Culvert Aek Lubuk Pusing 2 pada Jalan Provinsi Ruas Simp Pulo Padang-Batahan 1,00 kgt.
Selanjutnya, Pembangunan Box Culvert Aek Lubuk Pusing 3 pada Jalan Provinsi Ruas Simp. Pulo Padang-Batahan 1,00 kgt, Pembangunan Box Culvert Aek Lubuk Pusing 4 pada Jalan Provinsi Ruas Simp. Pulo Padang-Batahan 1,00 kgt, Pembangunan Box Culvert Aek Lubuk Pusing 5 pada Jalan Provinsi Ruas Simp Pulo Padang-Batahan 1,00 kgt, dan Pembangunan Box Culvert Aek Lubuk Pusing 6 pada Jalan Provinsi Ruas Simp Pulo Padang-Batahan 1,00 kgt.
Sedangkan untuk Kota Padangsidimpuan, hanya Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi Ruas Jalan Jenderal Besar AH Nasution (Jalan By Pass Ringroad Lintas Timur) 1,00 km.
Kadis Bina Marga Sumut, Bambang Pardede, mengatakan PT Waskita Karya (Persero) adalah kontraktor utama proyek infrastruktur prioritas Sumut itu.
Waskita memenangkan tender proyek Rp 2,7 triliun itu dengan nilai kontrak Rp 2,624 triliun. Dalam pengerjaannya, Waskita Karya kerjasama (KSO) dengan PT SMJ dan PT Utama.
Kemudian Konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Citra Diecona yang memenangkan tender manajemen konstruksi dengan nilai kontrak Rp 28,975 miliar dari nilai pagu Rp 35 miliar. Citra Diecona Kso dengan PT Perentjana Tjaja.
Untuk pekerjaan konstruksi dan manajemen konstruksi, tambah Bambang, juga melibatkan penyedia jasa lokal (kontraktor, konsultan, pengusaha meterial, pemilik AMP dan juga penduduk setempat/padat karya).













