Curhat Warga Tandihat Tapsel Pengungsi Korban Bencana: Nyaman, Tapi Rindu Rumah

  • Bagikan
Ibu-ibu Desa Tandihat ketika memasak di dapur umum huntara (foto/lensakini)

TAPANULI SELATAN-Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mengaku nyaman tinggal di bangunan hunian sementara (huntara) yang diberikan pemerintah kepada mereka.

Namun, warga juga tidak bisa membohongi fikiran dan perasaannya bahwa mereka rindu rumah dan kampung halamannya. Meski di tempat sekarang semua difasilitasi oleh pemerintah, namun, tinggal di rumah sendiri lebih nyaman.

Datangnya bulan suci Ramadan membuat ingatan para warga untuk kembali pulang. Banyak cerita atau kenangan yang dilakukan apabila Ramadan datang.

“Suasananya sama-sama menjalankan puasa, tapi, perasaan dan hati tetap ingat rumah dan kampung,”ungkap Robiah, salah seorang pengungsi ketika ditemui LENSALINI.id

Jika di rumah, masak bukaan puasa itu sendiri-sendiri. Tapi, sekarang, masak bukaan puasa ramai-ramai di dapur umum.”Memang masak bukaan puasa sesuai dengan selera masing-masing, tapi dimasak di dapur umum beramai-ramai,”ujarnya.

Robiah mengakui, apapun keadaan yang saat ini dirasakan, harus tetap disyukuri dan dinikmati agar penyakit tidak datang.”Hujan emas di kampung orang, hujan batu di kampung sendiri, tetap memilih kampung sendiri,”tuturnya.

  • Bagikan