Ironisnya kata Halim, alat berat yang dipakai oleh salah seorang oknum untuk merusak lahan tersebut milik pemerintah. “Ini yang paling kami kecewa, karena, ternyata alat berat yang dipakai itu milik pemerintah,”imbuhnya.
Ia menjelaskan, Polres Tapsel, sebagai aparat penegak hukum (APH) harus berlaku adil, terutama ke masyarakat kalangan bawah.”Apabila pelaku tidak diadili, ke depan, masyarakat tidak percaya lagi dengan kepolisian,”tandasnya.













