Ia menegaskan bahwa pengusiran keluarga Bokir murni karena masalah tunggakan sewa dan bukan karena perbedaan pilihan politik.
“Sudah diklarifikasi, jadi ini tidak ada kaitannya dengan beda pilihan. Pemilik kosan memang berhak (mengusir) sebab yang bersangkutan sudah tidak bayar uang kontrakan 3 bulan terakhir, jadi wajar-wajar saja kalau pemilik menagih uang kontrakan. Tidak ada unsur politiknya,” jelas Yuliana.
Sementara itu, keluarga Bokir kini terpaksa menumpang di rumah saudaranya karena belum memiliki tempat tinggal tetap. Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar di masyarakat tentang apakah pengusiran tersebut benar-benar disebabkan oleh tunggakan sewa atau ada faktor politik yang turut mempengaruhi keputusan pemilik kontrakan.















