TAPANULI SELATAN —Fenomena tak lazim terjadi pasca banjir bandang dan tanah longsor melanda Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pasalnya, sejumlah ular-ular berbisa dan tidak berbisa banyak ditemukan warga.
Fenomena tersebut tentunya membuat warga resah dan takut ke kebun. Kemunculan ular-ular berbisa dilaporkan terjadi di Desa Simaninggir dan wilayah Aek Malakkut. Di lokasi longsor Aek Malakkut misalnya, petugas bersama aparat Desa Simaninggir menemukan seekor ular piton berukuran besar saat membersihkan material longsoran.
Kejadian itu spontan mengagetkan warga, sebab, sebelumnya jarang terlihat ular berukuran sebesar itu di kawasan tersebut. Selain itu, warga Desa Simaninggir, Kamis (15/01/2026), juga melaporkan kemunculan dua ekor ular kobra di badan jalan desa.
Kedua ular berbisa itu diperkirakan memiliki panjang sekitar dua meter, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga yang kerap melintas.
Sekretaris Desa Simaninggir, Alex Ritonga, mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga keselamatan anak-anak.
“Entah pertanda apa ini. Setelah bencana, banyak sekali bermunculan ular berbisa. Di tanjakan Aek Malakkut saja, ular piton berukuran besar muncul. Padahal sebelumnya ular berbisa jarang terlihat di sini, meskipun wilayah kami dikelilingi hutan dan lahan pertanian,” ungkap Alex.













