TAPANULI SELATAN-Akibat lahan persawahan rusak akibat banjir bandang, rutusan petani di wilayah Kecamatan Sayurmatinggi dan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, bakal gagal bercocok tanam.
Ribuan hektar lahan persawahan milik warga di Kecamatan Sayurmatinggi dan Batang Angkola rusak total akibat banjir bandang yang melanda wilayah itu beberapa waktu yang lalu.
Parahnya lagi, sawah milik warga tersebut tertimbun meterial longsor seperti, batu, tanah, gelondongan kayu
yang terbawa air saat banjir bandang terjadi.
Persawahan Saba Tonga di Desa Tolang Julu Kecamatan Sayurmatinggi misalnya. Di lokasi tersebut, seluas 25 hektar sawah tidak bisa ditanami padi karena tebalnya timbunan pasir, sirtu, batu dan kayu.
Akibatnya, masyarakat pasrah karena secara swadaya tidak mampu membersihkan material sisa banjir karena tebalnya material banjir. Kondisi tersebut semakin parah karena irigasi juga mengalami kerusakan akibat bencana itu.













