Ibu-ibu Korban Banjir Bandang Batang Toru: Tolong Pak Prabowo Jangan Ditutup Tambang Martabe

  • Bagikan
Boru Situmeang, salah seorang warga korban banjir bandang Batang Toru meminta Presiden Prabowo agar tidak mencabut izin PT Agincourt Resources sebagai pengelola Tambang Emas Martabe (foto/lensakini)

TAPANULI SELATAN-Ratusan ibu-ibu korban banjir bandang Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, meminta agar izin operasional PT Agincourt Resouces, sebagai pengelola Tambang Emas Martabe tidak dicabut.

Pernyataan tersebut mereka ungkapkan pada saat mengikuti Safari Ramadan 2026 Sesi Trauma Healing dengan mengusung tema “Berkah Ramadan Bangkit Bersama Tambang Emas Martabe”.

Secara bergantian, para ibu-ibu mengungkapkan perasaan mereka terhadap keberadaan PT Agincourt Resources sebagai pengelola Tambang Emas Martabe. Boru Situmeang misalnya. Sebagai warga Desa Garoga, ia meminta kepada pemerintah agar tidak mencabut izin PTAR.

“Kami sudah habis segala-galanya, habis harta, rumah, jangan lagi habis mata pencarian saya pak,”ungkap perempuan yang mengaku sebagai korban banjir bandang itu.

Selama ini kata Boru Situmeang, suaminya salah seorang pekerja di Tambang Emas Martabe. Untuk memenui kebutuhan sehari-hari, mereka berharap dari hasil kerja di Tambang Emas Martabe.

Diakuinya, kondisi semakin sulit ketika operasional Tambang Emas Martabe dicabut. Sebab, tidak ada lagi penghasilan.”Bagaimana lagi kami bisa sekolahkan anak, bayar uang kuliah, kalau kondisi perusahaan seperti saat ini,”ungkapnya.

Dia berharap kepada Presiden Prabowo agar memikirkan kondisi masyarakat saat ini, sebelum menutup Tambang Emas Martabe.”Kita berharap kebersamaan dengan Tambang Emas Martabe tetap terbina dan kondisinya kembali normal,”tandasnya.

  • Bagikan