Iptu Asrul Pane Plh Kasi Propam Polres Tapsel

  • Bagikan

MEDAN (LENSAKINI) – Nasib Iptu Asrul Pane yang mobil dinasnya dipakai anaknya untuk jalan-jalan hingga diduga menyerempet kendaraan lain di jalan raya, kini terancam.

Mobil dinas yang digunakan Iptu Asrul Pane dipakai anaknya secara diam-diam alias tanpa izinnya.

Sang anak membawa mobil dinas double cabin tersebut saat Iptu Asrul Pane sedang beristirahat di kediamannya.

Betapa kagetnya Iptu Asrul Pane ketika mengetahui mobil dinasnya viral di media sosial lantaran diduga menyerempet kendaraan lain.

Iptu Asrul Pane diketahui menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kasi Propam Polres Tapsel.

Mobil dinas itu diam-diam dibawa kabur putranya ketika Iptu Asrul yang sedang bertugas dari Tapsel ke Polda Sumut, lalu pulang ke rumahnya di Medan.

Keberadaan Iptu Asrul di Kota Medan, dalam rangka menghadiri rapat di Polda Sumut.
Alasan anak perwira Polri itu membawa mobil dinas ayahnya diam-diam karena ingin jalan-jalan di Kota Medan.

Nahas, mobil yang dikendarai putranya berusia 16 tahun itu menabrak lari mobil seorang wanita.

Imbasnya, kini Iptu Asrul Pane harus menjalani pemeriksaan.
Kabid Propam Polda Sumut Kombes Julihan mengungkapkan apabila ditemukan adanya pelanggaran, Iptu Asrul Pane akan diproses sesuai hukum, termasuk sanksi berupa kode etik.

“Untuk yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan Provos Polda. Apabila ada fakta pelanggarannya nanti akan kita lakukan proses penegakan hukum yang berlaku,” ungkap Kombes Julihan dikutip dari Tribun Medan pada Senin (7/7/2025).

Berdasarkan pengakuan Iptu Asrul Pane, mobil dinas Propam Tapanuli Selatan yang dibawa kabur putranya terjadi ketikaia yang sedang bertugas dari Tapsel ke Polda Sumut.

Selepas dari Polda Sumut, Iptu Asrul Pane kemudian pulang ke rumahnya di Medan.
Mobil itu kemudian diparkirkan di garasi rumahnya.

Saat diparkir inilah anak Iptu Asrul Pane membawa mobil untuk jalan-jalan, bahkan membawa seorang perempuan.

Dirinya menegaskan kendaraan dinas dilarang digunakan bukan personel Polisi, termasuk keluarga.

Apalagi digunakan untuk keperluan pribadi bukan keperluan masyarakat umum.
Namun Iptu Asrul kecolongan.

Saat ia tertidur, mobilnya malah dikemudikan anaknya jalan-jalan keliling Kota Medan.

  • Bagikan