“Saya optimis pembangunan gedung pusat penelitian dan edukasi akan berdampak luas, tidak hanya pada aspek konservasi, tetapi juga pariwisata berbasis lingkungan. Muara Upu berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi yang mampu menarik kunjungan dari dalam dan luar negeri,” ujarnya.
Di katakan, dengan meningkatnya kunjungan, sektor ekonomi masyarakat seperti UMKM, jasa pemandu wisata, penginapan, hingga kuliner lokal diyakini ikut tumbuh.
“Konservasi dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Jika pusat riset dan edukasi ini terwujud, Muara Upu bisa menjadi ikon wisata konservasi di Tapanuli Selatan,” tambah Erwinsyah.
Ovata Indonesia berharap dukungan PTAR bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dapat mempercepat realisasi pembangunan pusat penelitian penyu tersebut, sehingga Muara Upu berkembang sebagai kawasan konservasi yang kuat secara ilmiah, edukatif, dan berkelanjutan secara ekonomi.













