Tidak hanya itu, bening benih juara yang ada dalam diri Shinta, mungkin bersumber dari energi do’a kedua orang tuanya yang merupakan buruh kasar.
Berprofesi sopir, sang ayah tetap berjuang dan membesarkan shinta putri semata wayang untuk meraih impian cita citanya. Demikian sang ibu, walupun tubuhnya sudah mulai menua namun didikan agama dan akhlak terus di ajarkan dikala setiap waktu agar sang anak tetap rendah hati kepada semua manusia dan taat kepada tuhannya Allah SWT.
Keterangan Photo:Shinta Ayu Nadia Memakai Baju Adat Angkola dan piagam penghargaan peraihan Wakil III Puteri Seni dan Budaya Indonesia 2025.













