TAPANULI SELATAN- Ada yang membuat riuh ketika acara temu ramah dan halal bihalal KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (19/5/2022). Sebab, sejumlah pengurus KTNA tiba-tiba meminta agar Pembina KTNA Tapsel, Syahrul M Pasaribu maju sebagai calon anggota DPR-RI.
“Tanpa negosiasi, kami dari pengurus KTNA Kecamatan se- Tapsel meminta agar Pak Syahrul harus maju sebagai calon anggota DPR RI,”ujar Sahriani Harahap, pengurus KTNA Kecamatan Arse di hadapan para pengurus KTNA yang lain.

Spontan, mendengar pernyataan tersebut, mantan Bupati Tapsel dua periode tersebut kaget dan hanya bisa senyum. Sahriani mengungkapkan, dia nekat menyampaikan pernyataan tersebut karena banyaknya permintaan dari anggota KTNA dan para petani agar sosok Syahrul M Pasaribu maju sebagai calon anggota legislatif.

Bukan tanpa alasan kata Sahriani, selama menjadi pemimpin di Tapsel, Syahrul M Pasaribu sudah membuktikannya dengan keberhasilan membangun daerah ini diberbagai sektor.
“Kami yakin, kalau pak Syahrul terpilih menjadi anggota DPR RI, maka KTNA dan petani di Tapsel akan semakin maju,”imbuhnya. Dia bersama pengurus KTNA yang lain akan sama-sama berjuang untuk mendudukkan Syahrul M Pasaribu menjadi anggota legislatif,” ujarnya.
Pernyataan yang sama juga datang dari Manaro Siregar, Ketua KTNA Sayurmatinggi, Kabupaten Tapsel.”Mewakili pengurus KTNA, saya mengucapkan terima kasih kepada Syahrul M Pasaribu, karena selama menjabat Bupati Tapsel sudah banyak berbuat untuk kemajuan Pertanian terkhusus di Sayurmatinggi,”ungkapnya.
Kami memohon agar Pak Syahrul untuk tidak menolak harapan kami (KTNA) agar mau dicalonkan nantinya di Pemilu 2024 sebagai calon anggota DPR-RI. Karena kami yakin, dengan duduknya Syahrul M Pasaribu di parlemen, dunia pertanian Tabagsel khususnya Tapsel bakal lebih maju ke depan.
Menjawab permintaan dari para pengurus KTNA se-Tapsel tersebut, Syahrul M Pasaribu menjelaskan, sebagai kader, dia harus mengikuti mekanisme partainya.”Partai kami Golkar mempunyai mekanisme, untuk itu saya masih menunggu arahan partai yang saat ini terus menerus melaksanakan Konsolidasi Organisasi dan mensosialisasikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden dari Partai Golkar,”ujarnya.
Diakui Syahrul, pada 2024, ada beberapa agenda politik, yaitu, Pemilu serentak yakni pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden pada 14 Februari 2014. Selanjutnya, pada tahun yang sama akan diadakan Pilkada serentak.
Dalam acara tersebut, Syahrul menjelaskan dimasa pandemi Covid-19 yang dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi termasuk di Tapsel adalah sektor Pertanian. ini dapat dilihat tahun 2020 Tapsel salah satu daerah yang masih tumbuh ekonominya walaupun kecil, sedangkan 19 Kabupaten/Kota lainnya di Sumut negatif pertumbuhannya.
Sedangkan tahun 2021 sudah semua 33 kabupaten/kota di Sumut ekonominya dapat tumbuh. Untuk itu Syahrul meminta agar seluruh pengurus KTNA dari tingkat kecamatan sampai kabupaten untuk terus serius menekuni pertanian serta tetap bersinergi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan terus berkolaborasi dengan pemerintah “kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa” terlebih di era pandemi Covid ini.” katanya”.

Disisi lain Juang Pakpahan, Ketua KTNA Tapsel meminta Syahrul selaku Pembina KTNA Tapsel yang sudah berhasil mendorong terbentuknya Kelompok Tani yang pada tahun 2010 sebanyak sekitar 300 kelompok tani menjadi sekitar 1300 kelompok pada tahun 2021 tidak pernah berhenti mengarahkan dan membina KTNA sebagai wadah atau organisasi petani dan nelayan serta meminta kesediaan Syahrul menjadi peserta PENAS (Pekan Petani Nelayan Nasional) XVI di Padang tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya yang menjadi peserta PENAS yaitu tahun 2014 di Malang Jatim, Tenggarong Kaltim dan Banda Aceh,” harapnya.
Pada PENAS XIV di Malang 7 Juni 2014, Presiden menyerahkan Anugerah/Tanda Kehormatan Satyalencana Pembanguna kepada Syahrul Pasaribu sesuai Keppres RI No.25/TK/Tahun 2014 tanggal 2 Juni 2014.
Hadir dalam temu ramah dan halal bihalal tersebut pengurus KTNA dari 15 Kecamatan, HKTI dan stakeholders utama pertanian lainnya.



















