TAPANULI SELATAN-Niat Hendry Yanto (55) ingin mati bersama NS (53), terpaksa batal karena pria pembakar istrinya tersebut tidak tahan menahan panasnya api yang mulai membakar jaket yang dipakainya.
Dari awal, pria anak lima ini sudah menyiapkan Pertalite untuk membakar istrinya NS. Sebab, ia ingin mati bersama perempuan yang ia nikahi sejak 36 tahun yang lalu. Niat jahat tersebut timbul setelah rumah tangganya bersama NS sudah tidak harmonis lagi.
Ditambah, NS kerap meminta pisah (cerai) dengan dirinya (Yanto). Kemarahan Yanto kepada istri memuncak pada Minggu (1/2). Saat itu pelaku mengajak istrinya untuk bicara empat mata masalah rumah tangga mereka.
Namun, ajakan tersebut ditolak oleh istrinya. Bahkan, saat itu NS mengeluarkan kalimat ingin cerai dengan pelaku.”Kalau gitu kita mati berdua sajalah,”ujar Kapolres Tapsel, AKBP Yon E sembari menirukan perkataan pelaku kepada istrinya di Mapolres Tapsel, Kamis (5/2).
Kapolres menjelaskan, pelaku langsung mengambil Pertalite dari tangki sepedamotor dan menyiram istrinya,”Pelaku juga sempat menyiram tangan pakai Pertalite dan mengenai jaket, tapi jaket tersebut dibuang setelah terbakar di tangannya,”ungkap Kapolres.
Di depan Kapolres Tapsel, Hendry Yanto mengalu menyesal sudah membakar istrinya.”Saya menyesal, pak,”kata Yanto kepada Kapolres Tapsel.
Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan paruh baya NS (53) mengalami luka bakar setelah dibakar oleh suaminya sendiri, Hendry Yanto alias Ali (55). Aksi tersebut dipicu oleh pertengkaran rumah tangga akibat adanya dugaan orang ke tiga.













