JAKARTA (LENSAKINI) – YouTube kembali memperluas peluang monetisasi bagi kreator dengan menurunkan ambang batas program afiliasi. Kini, kreator dengan minimal 500 subscriber sudah bisa mulai menghasilkan uang dengan menandai produk langsung di dalam video.
Kebijakan ini menjadi perubahan signifikan dalam ekosistem ekonomi kreator. Sebelumnya, fitur tersebut hanya tersedia bagi kanal dengan minimal 5.000 subscriber, kemudian diturunkan menjadi 1.000 subscriber, hingga akhirnya kembali dipangkas menjadi 500 subscriber.

Langkah ini membuka peluang baru bagi kreator kecil untuk mulai mendapatkan penghasilan dari konten mereka, terutama bagi kanal yang masih berada pada tahap awal pertumbuhan.

Melalui program ini, kreator dapat menambahkan tag produk langsung di dalam video. Jika penonton tertarik dan melakukan pembelian melalui tautan tersebut, kreator akan memperoleh komisi dari transaksi yang terjadi.
Skema ini serupa dengan sistem afiliasi pada platform e-commerce. Kreator dapat memilih produk dari berbagai merchant, membandingkan besaran komisi, hingga meminta sampel produk untuk direview dalam konten mereka.
Integrasi tersebut juga membuat pengalaman belanja menjadi lebih interaktif. Penonton dapat menemukan produk yang direkomendasikan tanpa harus meninggalkan platform.
Syarat Bergabung Tetap Selektif
Meski batas subscriber diturunkan, tidak semua kanal otomatis dapat mengikuti program ini. Kreator tetap harus tergabung dalam YouTube Partner Program dengan sejumlah persyaratan, antara lain:
- Minimal 500 subscriber
- Minimal 3 video publik dalam 90 hari terakhir
- 3.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir atau 3 juta views Shorts dalam 90 hari
Program ini juga belum tersedia di semua negara. Namun, fitur tersebut sudah dapat diakses di beberapa wilayah besar seperti Indonesia, Amerika Serikat, India, Jepang, serta sejumlah negara di Asia Tenggara.
Selain itu, kanal dengan fokus konten musik dan anak-anak tidak termasuk dalam kategori yang memenuhi syarat.
Ekspansi fitur afiliasi ini sejalan dengan meningkatnya tren konten belanja berbasis video. Setiap tahun, konten terkait belanja di YouTube ditonton hingga puluhan miliar jam oleh pengguna di seluruh dunia.



















