Jeritan Erna memecah malam. Sang ibu korban yang mendengar tangisan pun keluar dan ikut berteriak sambil memeluk tubuh anaknya yang sudah tak bernyawa.
“Karena mendengar tangisan istri korban itulah ibu korban keluar menuju sumber suara dan langsung ikut berteriak sambil memeluk korban yang tergantung,” lanjut Nikolas.
Warga sekitar berdatangan, membantu mengevakuasi tubuh korban dan membawanya ke Puskesmas Keruak sebelum akhirnya dimakamkan.
“Keluarga korban (istri dan kedua orang tuanya) menerima kematian korban dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tutup Nikolas.













