PADANGSIDIMPUAN-Raut wajah Jarman(47), orangtua RA (4) korban tewas sengatan tawon vespa masih terlihat sedih saat dijumpai di rumahnya Jalan BM Muda, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan, Selatan, Kota Padangsidimpuan.
Jarman bersama keluarga sampai saat ini masih mengingat kejadian nahas yang menimpa ke-empat orang anaknya.Bahkan, pihak keluarga tak menyangka kalau korban akan menghembuskan nafas terakhirnya usai kejadian tersebut.
Kepada wartawan,Jarman mengatakan, saat mendapat perawatan tersebut, korban RA selalu menyuruhnya untuk melihat kondisi kesehatan abangnya AB yang juga merupakan korban sengatan tawon. “Tidak menyangka kami. Malam itu, dia selalu menyuruh kami untuk merawat abangnya,” ucapnya.
Namun Tuhan berkata lain, tepat pukul 21.00 WIB, korban RA menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Padangsidimpuan. Menurut pihak keluarga, korban paling banyak menderita sengatan tawon. Pasalnya saat sarang tawon jatuh dari ranting pohon jati, korban berada di teras rumah.
“Dia yang paling banyak disengat. Ketepatan dia di teras waktu sarang itu jatuh ditiup angin,” beber Jarman.
Jarman mengaku, mereka pindah ke rumah tersebut dengan harapan dapat berdagang. Pasalnya, kediaman tersebut berada tepat di tepi jalan.
“Baru pindah kami ke situ 1 bulan yang lalu. Rencana kami buka usaha disitu,” pungkasnya.
Sementara itu, saat ini pohon jati yang merupakan sarang tawon telah ditebang oleh petugas Dinas Perkim Padangsidimpuan.
Sebelumnya, 4 bocah di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara disengat tawon saat tengah bermain di depan kediamannya. Ironisnya, 1 dari 4 korban tersebut meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Padangsidimpuan.













