JAKARTA (LENSAKINI) – Fenomena astronomi langka berupa gerhana matahari total terlama abad ini dipastikan akan terjadi pada 2 Agustus 2027.
Peristiwa ini menjadi perbincangan komunitas ilmiah dunia karena durasi totalitasnya mencapai 6 menit 23 detik, terpanjang dalam sekitar 30 tahun terakhir dan mendekati batas maksimum gerhana matahari total yang mungkin terjadi di Bumi.
Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari, menyebabkan wilayah yang berada di jalur totalitas mengalami kegelapan sesaat di siang hari.
Pada puncaknya nanti, durasi yang panjang memungkinkan pengamatan korona Matahari dengan mata telanjang selama fase totalitas sesuatu yang jarang bisa disaksikan.
Sebagai perbandingan, gerhana matahari total yang terjadi pada April 2024 hanya memiliki durasi puncak sekitar 4 menit 28 detik, jauh lebih singkat dibandingkan fenomena yang akan terjadi pada 2027.
Mengutip The Week, durasi panjang gerhana matahari total 2027 dipicu oleh kondisi astronomi yang sangat jarang, yakni ketika Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi atau perigee, sementara Matahari berada pada jarak terjauh dari Bumi atau aphelion.
Kondisi ini membuat Bulan tampak lebih besar dari biasanya sehingga mampu menutupi piringan Matahari dalam waktu lebih lama.
Sementara itu, Wired melaporkan jalur gerhana matahari total akan dimulai dari Maroko dan Spanyol selatan, kemudian melintasi Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, hingga Arab Saudi, sebelum berakhir di Yaman dan pesisir Somalia. Durasi totalitas terlama diperkirakan terjadi di wilayah Mesir, khususnya di Luxor dan Aswan.













