PADANGSIDIMPUAN (LENSAKINI)-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Satma PKN Kota Padangsidimpuan, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD setempat, Jumat (30/1).
Aksi itu mereka lakukan untuk meminta pemerintah menertibkan Tor Simarsayang. Desakan tersebut karena tingginya tingkat kriminal yang terjadi pada masa saat ini seperti, pembunuhan, penikaman dan penganiayaan.
Ironisnya, di Tor Simarsayang berdiri salah satu kampus milik pemerintah bernama Universitas Graha Nusantara. Fakta saat ini, mahasiswa sudah takut pergi kampus akibat maraknya kriminalitas.
Meningkatnya kriminalitas di Tor Simarsayang akibat adanya dugaan pembiaran terhadap warung-warung maksiat di lokasi tersebut. Maraknya penjualan tuak dan minuman keras menjadikan Simarsayang tempat yang angker dan tidak nyaman bagi mahasiswa yang akan menuntut ilmu di tempat itu.
Koordinator Aksi Satma PKN Kota Padangsidimpuan, Yudi Anjali Siregar mengatakan, saat ini Tor Simarsayang bukan lagi menjadi salah satu ikon Padangsidimpuan. Karena tingginya tingkat kriminalitas yang terjadi di lokasi itu.
Beberapa waktu yang lalu, kata Yudi, terjadi aksi penganiayaan dan penikaman di lokasi Simarsayang. Bahkan, di tempat itu pernah ada terjadi pembunuhan. Namun, para pelaku belum tertangkap.
“Kami meminta agar Tor Simarsayang segera dibersihkan dari tempat-tempat maksiat yang saat ini menjamur di lokasi itu,”ujarnya.













