“Pembatalan acara oleh pihak tambang tentu menjadi kerugian bagi manajemen hotel. Sejumlah agenda penting lainnay yang biasa digelar juga tidak lagi terlaksana,” ujarnya.
Heru menambahkan, selama ini perusahaan tambang tersebut merupakan salah satu pelanggan tetap hotel yang berkontribusi terhadap tingkat hunian dan pendapatan.
Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai kajian komprehensif terkait keberlanjutan operasional tambang agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergerak.
Menurutnya, sektor perhotelan dan usaha pendukung lainnya turut merasakan dampak sehingga pemulihan ekonomi menjadi harapan bersama.













