Sejarah dan Makna Hari Buruh Internasional yang Diperingati Setiap Tanggal 1 Mei

  • Bagikan

Hari Buruh di Indonesia: Dari Masa Kolonial Hingga Kini

Di Indonesia, semangat perjuangan buruh telah muncul sejak masa penjajahan Belanda. Para pekerja perkebunan dan pabrik kala itu juga mengalami perlakuan yang tidak manusiawi.

Organisasi buruh pertama di Indonesia, Persatuan Pegawai Pegadaian Bumiputera, berdiri pada awal abad ke-20 dan menjadi cikal bakal gerakan buruh di tanah air.

Setelah kemerdekaan, peringatan Hari Buruh sempat dilarang pada masa Orde Baru karena dianggap berbau komunis. Namun, setelah era reformasi, kebebasan berserikat dan menyuarakan hak-hak buruh kembali dihidupkan.

Pada tahun 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2013.

Kini, Hari Buruh di Indonesia diperingati secara luas oleh serikat buruh, pekerja formal maupun informal, dengan pengamanan dari aparat kepolisian untuk memastikan keamanan dan kelancaran aksi-aksi damai.

Bukan Sekadar Demo: Wajah Baru Hari Buruh

Meskipun kerap diidentikkan dengan demonstrasi, Hari Buruh kini mulai mengalami pergeseran. Banyak komunitas buruh dan organisasi masyarakat yang memperingatinya dengan cara kreatif dan damai dari dialog publik, aksi sosial, hingga konser musik bertema buruh. Di beberapa wilayah, aparat kepolisian bahkan ikut serta dalam kegiatan peringatan ini sebagai bentuk pendekatan humanis.

Semangat Hari Buruh juga terus disesuaikan dengan tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi digitalisasi tenaga kerja, outsourcing, dan perlindungan terhadap pekerja gig economy seperti ojek online dan pekerja lepas berbasis aplikasi.

  • Bagikan