Cara Pemimpin Mengubah Kinerja Timnya

  • Bagikan
cara pemimpin mengubah kinerja tim

LENSAKINI – Dunia kerja hari ini bergerak cepat dan sering kali melelahkan dengan target datang silih berganti, masalah muncul tanpa janji, dan pemimpin kerap terjebak dalam rutinitas memadamkan persoalan yang terasa mendesak.

Proyek molor, karyawan resign, pelanggan komplain, angka penjualan turun. Semua menuntut perhatian segera dan tanpa disadari, banyak pemimpin hidup dalam mode krisis yang berkepanjangan.

Dalam situasi seperti itu, fokus sering hanya tertuju pada hasil akhir yakni angka harus naik, proyek harus selesai, komplain harus reda. Namun jarang yang berhenti sejenak untuk bertanya, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tim dan mengapa performa menurun.

Perubahan kinerja tim tidak selalu dimulai dari strategi besar atau sistem baru yang rumit. Perubahan justru kerap berawal dari cara seorang pemimpin memandang timnya. Cara berbicara, cara memberi kepercayaan, cara menyikapi kesalahan, semua meninggalkan jejak yang tidak terlihat tetapi terasa kuat dalam keseharian kerja.

Ketika seorang pemimpin memimpin dengan rasa curiga dan ketakutan, suasana kerja ikut mengeras. Tim bekerja sekadar untuk menghindari kesalahan. Inisiatif menurun karena setiap langkah terasa diawasi.

Sebaliknya, ketika pemimpin menunjukkan kepercayaan yang tulus, sesuatu berubah secara perlahan. Orang-orang mulai berani mengambil tanggung jawab. Mereka tidak lagi bekerja hanya demi menggugurkan kewajiban, tetapi ingin memberikan hasil terbaik karena merasa dihargai.

Kepercayaan adalah energi yang menular. Seorang manajer yang diyakini mampu akan terdorong membuktikan keyakinan tersebut. Karyawan yang merasa dilibatkan akan lebih peduli terhadap kualitas pekerjaannya.

Dari sana pola pikir ikut bergeser. Tim tidak lagi sekadar menunggu perintah, melainkan mulai berpikir tentang solusi.

Namun kepercayaan saja tidak cukup. Tim membutuhkan arah yang jelas. Banyak organisasi terlihat sibuk tetapi sebenarnya berjalan tanpa tujuan yang dipahami bersama.

Orang datang bekerja, menyelesaikan tugas, lalu pulang tanpa benar-benar tahu ke mana perusahaan hendak melangkah. Tanpa visi yang jelas, pekerjaan terasa seperti rutinitas mekanis.

Pemimpin yang mampu mengubah kinerja tim biasanya berani menjelaskan mengapa pekerjaan itu penting. Bukan hanya apa yang harus dilakukan, tetapi untuk tujuan apa semua usaha tersebut dijalankan.

Ketika misi dipahami, pekerjaan memiliki makna. Ketika visi dikomunikasikan dengan konsisten, setiap orang tahu peran masing-masing dalam perjalanan panjang organisasi.

  • Bagikan