Dampaknya menjadi perdebatan panjang hingga hari ini. Sebagian ekonom menilai kebijakan itu mendorong pertumbuhan. Sebagian lain mempertanyakan apakah Amerika benar-benar berada di sisi kurva yang salah saat itu.
Menariknya, Arthur Laffer sendiri pernah mengaku tidak terlalu mengingat detail peristiwa serbet tersebut. Kisah itu justru menjadi legenda berkat jurnalis Jude Wanniski yang menuliskannya dalam buku The Way the World Works pada 1978. Cerita tentang gambar di atas serbet restoran mewah jauh lebih mudah diingat dibandingkan persamaan ekonomi yang rumit.
Di sinilah kekuatan narasi bekerja. Ide tidak selalu menyebar karena paling benar secara akademis. Ia menyebar karena mudah diceritakan, mudah divisualisasikan, dan terasa masuk akal.
Serbet makan itu mungkin sederhana. Namun ia menunjukkan satu hal penting. Dalam ekonomi dan politik, kekuatan sebuah cerita sering kali sama besar dengan kekuatan sebuah angka.
Dan sejak malam itu, kebijakan pajak tidak lagi hanya soal tabel dan rumus. Ia juga menjadi soal bagaimana sebuah gagasan dapat digambar, dipahami, dan dipercaya oleh publik.













