Sejumlah tamu, termasuk Fearne Cotton dan Phoebe Waller Bridge, secara terbuka membagikan perjuangan mereka. Fearne Cotton, penyiar dan penulis, mengaku gagal menjadi dirinya sendiri di usia dua puluhan. Tekanan industri hiburan membuatnya merasa tidak cukup keren atau pintar, hingga memicu gangguan makan. Ia juga mengalami kegagalan akademik serta kandasnya pertunangan di usia 29 tahun saat keinginannya untuk memiliki anak begitu besar.
Sementara itu, Phoebe Waller Bridge, kreator serial Fleabag peraih Emmy, Golden Globe, dan BAFTA, mengaku mengalami banyak kegagalan dalam pertemanan di usia dua puluhan. Pengalaman itulah yang kemudian menjadi sumber inspirasi karyanya.
Kegagalan pada akhirnya hanyalah sebuah fakta, sama seperti keberadaan oksigen. Ia tidak dapat dihindari karena merupakan bagian dari kehidupan. Yang menentukan adalah bagaimana seseorang memisahkan fakta kegagalan dari emosi yang dilekatkan padanya.
Kegagalan mungkin ada, tetapi penderitaan akibat kegagalan adalah sesuatu yang dapat dikelola melalui cara meresponsnya. Seperti yang dikatakan aktris Meera Syal, setiap orang matang pada waktunya masing-masing.
Bahwa kita masih hidup, masih belajar, dan masih mampu mencintai meski tidak sempurna. Mungkin di situlah letak seni menjadi manusia. Bukan untuk selalu menang, tetapi untuk tetap lembut, tetap berani, dan tetap percaya, bahkan ketika segalanya tidak berjalan sesuai rencana.
Sinopsis Buku Failosophy: A Handbook for When Things Go Wrong oleh Dr. Akhmad Edhy Aruman, M.Si.













