Gaokao dan Mitos Meritokrasi, Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar dari Kemiskinan di Tiongkok

  • Bagikan
Gaokao dan meritokrasi pendidikan di Tiongkok

LENSAKINI – Di Tiongkok pendidikan bukan hanya sarana peningkatan kapasitas individu. Pendidikan merupakan mekanisme utama yang menentukan posisi sosial seseorang sepanjang hidupnya.

Di pusat sistem ini berdiri Gaokao, ujian masuk perguruan tinggi nasional yang diikuti jutaan siswa setiap tahun dan berfungsi sebagai satu-satunya gerbang menuju mobilitas sosial.

Gaokao kerap dipuji sebagai simbol meritokrasi modern. Setiap peserta menghadapi soal yang sama, dinilai dengan standar yang sama, dan ditempatkan dalam peringkat yang menentukan masa depan mereka.

Negara hadir sebagai pengatur tunggal untuk memastikan proses berlangsung seragam dan terkendali. Dari luar, sistem ini tampak adil karena keberhasilan ditentukan oleh kerja keras dan kemampuan akademik.

Namun di balik keseragaman itu tersembunyi kenyataan yang lebih kompleks. Meritokrasi Gaokao bekerja dengan asumsi bahwa semua peserta memulai dari titik yang sama.

Kenyataannya, kondisi awal para peserta sangat timpang. Anak-anak dari keluarga perkotaan dan kelas menengah tumbuh dengan akses ke sekolah unggulan, tutor pribadi, lingkungan belajar yang kondusif, serta modal budaya yang kuat.

Sebaliknya, anak-anak desa sering belajar di ruang kelas dengan fasilitas terbatas, harus membantu orang tua bekerja, dan mengandalkan disiplin diri semata.

  • Bagikan