Golkar Sumut Unggul Pelihara Panji Panji Demokrasi

  • Bagikan

MENJELANG Musda Golkar Sumatera Utara terlihat mesin mesin politik semakin memanas dengan eskalasi yang terjaga sesuai etika, nilai dan moral politik. Tentunya semua ini, agar musda berjalan dengan aman lancar dan terkendali, sehingga nantinya bisa melahirkan pemimpin masa depan yang bisa menjawab tantangan.

Munculnya banyak yang ikut bersaing merebut kursi Ketua Umum Golkar Sumut adalah pertanda bahwa Golkar tidak miskin kader yang memiliki kemampuan untuk mengantarkan program kerja politik yang menjadikan rakyat sebagai “mitra kerja strategis dan motor penggerak pelayanan publik, serta mitra Kerja pemerintah dalam mengawal pembangunan disegala bidang, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, dudaya dan hankam.

Munculnya statemen politik yang mendorong pigurnya masing masing , sesungguhnya itulah keunggulan Golkar dalam membangun dinamika politik secara sehat dan jauh dari konflik serta senantiasa menjunjung tinggi nilai nilai demokrasi politik yang Pancasilais.

Akar sejarah Golkar itu kuat dan memiliki nilai perjalanan spiritualitas yaitu, Golkar yang berketuhanan, berprikemanusiaan, Golkar yang berpersatuan, yang berkerakyatan dan berkeadilan.

Golkar unggul menatap Masa Depan Bangsa, dan selalu menghargai Nilai Nilai historis sejarah perjuangan bangsa. Musda Golkar sebagai sarana pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah akan menghasilkan minimal tiga hal pokok yaitu, menerima laporan pertanggung jawaban priode sebelumnya.

Selanjutnya, rumusan Program yang bisa menjawab tantangan ke depan, serta memilih ketua umum dan melahirkan komposisi kepengurusan baru yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Golkar solid, konsolidasi internal Golkar Harmoni, Golkar semakin jaya menaikkan perolehan kursi di legislatif semua tingkatan, dengan tekad untuk mengantarkan Misi “Rakyat Sejahtera”.

Golkar mengakui eksistensi Pemilihan secara voting yaitu Pemungutan suara dari seluruh peserta Musda , tapi Golkar juga sangat menghargai Keputusan Melalui Musyawarah untuk Mupakat.Termasuk menghargai Diskresi Pimpinan Golkar.

  • Bagikan