Kepemimpinan Efektif Lahir dari Empati dan Solutif

  • Bagikan
Kepemimpinan efektif lahir dari empati dan solusi

LENSAKINI – Kepemimpinan sejati diuji saat krisis, ketika rakyat tidak lagi mencari janji, tapi pemahaman. Dalam sejarah politik modern Amerika Serikat, debat presiden tahun 1992 menjadi contoh klasik bagaimana empati bisa menjadi senjata utama seorang pemimpin.

Saat itu, Amerika menghadapi resesi berat dengan pengangguran meroket, rumah disita, dan keluarga kehilangan rasa aman. Di tengah ketidakpastian ini, rakyat ingin lebih dari sekedar angka dan kebijakan, mereka ingin didengar dan dipahami.

Dalam debat tersebut, seorang wanita berdiri dan mengajukan pertanyaan sederhana namun mendalam yakni “Bagaimana utang nasional mempengaruhi kehidupan Anda secara pribadi? Jika Anda tidak mengalaminya, bagaimana bisa menemukan solusi untuk rakyat biasa?”

Respon George H.W. Bush, meski faktual, lebih banyak membahas angka dan kebijakan. Ia tampak defensif, bahkan bingung menghadapi pertanyaan yang menuntut empati. Gestur kecilnya melirik jam tangan, ekspresi kaku menguatkan kesan jarak antara dirinya dan rakyat.

  • Bagikan