Koperasi Kuantum Prototipe Credit Union Keling Kumang Ketika Nilai Lebih Berharga dari Uang

  • Bagikan
Koperasi kuantum Credit Union Keling Kumang

Dari aktivitas simpan pinjam yang sederhana, lahir toko bersama yang memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok masyarakat, koperasi produsen yang meningkatkan posisi tawar petani terhadap pasar, lembaga pendidikan tinggi yang membuka akses ilmu pengetahuan bagi anak anak pedalaman, hingga unit usaha pengolahan hasil pertanian yang memberi nilai tambah pada komoditas lokal.

Semua ini dibangun tanpa ketergantungan pada suntikan modal pemerintah dan tanpa utang dari bank komersial, sebuah fakta yang menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi bukanlah slogan kosong, melainkan pilihan strategis yang menuntut kesabaran, konsistensi, dan keberanian untuk bertumbuh dari dalam.

Perbedaan mendasar antara model ini dan ekonomi neoklasik terletak pada cara memandang manusia. Dalam ekonomi konvensional, manusia direduksi menjadi aktor rasional pencari keuntungan yang hubungan sosialnya dibatasi oleh kontrak dan transaksi. Dalam CUKK, manusia dipandang sebagai makhluk sosial yang saling terhubung, sehingga keberhasilan individu tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan kolektif.

Demokrasi ekonomi dijalankan secara nyata melalui prinsip satu orang satu suara, di mana kekuasaan tidak ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh kesetaraan hak dan tanggung jawab sebagai anggota. Petani kecil memiliki posisi yang sama dalam pengambilan keputusan dengan pengusaha lokal atau pengurus koperasi, sebuah praktik yang jarang ditemukan dalam struktur ekonomi modern yang cenderung oligarkis.

Relasi sosial yang kuat inilah yang menciptakan apa yang dapat disebut sebagai keterjeratan nilai, di mana anggota koperasi yang tersebar di berbagai wilayah tetap bergerak dalam visi yang sama karena disatukan oleh tujuan kolektif membangun kehidupan yang lebih bermartabat dari wilayah pedalaman.

Dampak sosial dari model ini dapat dilihat secara konkret pada penurunan angka kemiskinan, meningkatnya akses pendidikan, serta tumbuhnya kepercayaan diri masyarakat lokal untuk mengelola sumber daya mereka sendiri tanpa harus menunggu belas kasihan dari pusat kekuasaan ekonomi.

  • Bagikan