LENSAKINI – Perbedaan antara manajer dan eksekutif sering kali disederhanakan sebagai perbedaan jabatan. Padahal, yang membedakan keduanya justru cara berpikir dan cara mengambil keputusan Manajer bekerja terutama dengan instruksi. Eksekutif bekerja dengan penilaian.
Seorang manajer umumnya bertugas memastikan rencana dijalankan sesuai arahan. manajer mengandalkan prosedur, target, dan perintah dari atas dengan fokusnya pada kepatuhan dan eksekusi.
Selama instruksi jelas, pekerjaan dianggap selesai. Pendekatan ini efektif dalam situasi stabil, ketika masalah sudah didefinisikan dengan baik dan perubahan berjalan lambat.
Namun dunia organisasi jarang sesederhana itu. Pasar berubah, manusia bereaksi tidak selalu rasional, dan masalah sering kali tidak muncul dalam bentuk yang rapi.
Di sinilah peran eksekutif menjadi berbeda. Eksekutif tidak sekedar bertanya apa perintahnya, tetapi apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ia menilai konteks, membaca dinamika manusia, lalu mengambil keputusan berdasarkan pemahaman menyeluruh, bukan hanya berdasarkan aturan tertulis.
Kisah Andrea Jung di Avon menunjukkan perbedaan ini secara nyata. Ketika rencana menaikkan harga parfum menuai penolakan dari para agen penjualan, pendekatan manajerial yang lazim adalah menekan resistensi melalui instruksi pusat.
Data penjualan ditampilkan, kebijakan ditegaskan, dan keluhan dianggap sebagai hambatan yang harus dilewati. Cara ini mungkin cepat, tetapi rapuh.













