Jung memilih jalan lain tidak mempercepat langkah, justru memperdalam penilaian. Ia menyadari bahwa masalahnya bukan sekadar harga, melainkan kepercayaan.
Para agen tidak yakin pada produk yang mereka jual karena mereka sendiri tidak menggunakannya. Dengan mengajukan pertanyaan sederhana tentang kebanggaan terhadap produk, Jung membuka ruang refleksi.
Di titik itu, perubahan tidak lagi terasa sebagai perintah dari atas, melainkan sebagai kebutuhan bersama. Para agen memahami alasan di balik strategi.
Legitimasi muncul bukan karena jabatan CEO, tetapi karena kejernihan penilaian yang menyentuh akar masalah. Hasilnya bukan hanya penerimaan kebijakan, tetapi keterlibatan emosional dalam perubahan.
Inilah esensi perbedaan antara bekerja dengan instruksi dan bekerja dengan penilaian. Instruksi menjawab pertanyaan apa yang harus dilakukan.
Penilaian menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana seharusnya bertindak dalam situasi tertentu. Instruksi bisa disalin. Penilaian harus diasah.
Dalam organisasi modern yang penuh ketidakpastian, kepemimpinan tidak cukup bertumpu pada kepatuhan. Dibutuhkan keberanian untuk berhenti sejenak, membaca situasi secara jernih, dan menantang asumsi yang selama ini dianggap benar.
Eksekutif sejati bukan mereka yang paling keras memberi perintah, melainkan mereka yang paling tenang mengambil keputusan karena memahami masalah yang sebenarnya.













