LENSAKINI – Di kawasan keras Brooklyn pada tahun 1950 an hidup bukan tentang mengejar mimpi. Hidup lebih sering tentang bertahan dari hari ke hari. Lorong sempit perumahan umum di East New York menjadi ruang tumbuh bagi Lloyd Blankfein.
Ia lahir dari keluarga sederhana dengan ayah seorang petugas sortir pos dan ibu seorang resepsionis. Tidak ada koneksi besar. Tidak ada modal kuat. Yang ada hanya ketidakpastian yang terus menyertai.

Sejak kecil Blankfein memahami dunia dengan cara yang berbeda. Lingkungan sekolahnya penuh tekanan dan rasa tidak aman. Setiap langkah terasa harus diperhitungkan.

Dari pengalaman itu ia belajar membaca situasi dengan cepat dan membangun ketahanan mental. Ketidakpastian yang dihadapi setiap hari perlahan membentuk naluri yang kuat.
Saat remaja ia bekerja menjual minuman di stadion. Pekerjaan sederhana itu memberinya pelajaran berharga. Ia belajar memahami karakter orang. Ia belajar membaca momentum.
Ia belajar bahwa peluang sering muncul di tengah keramaian dan tekanan. Tanpa disadari pengalaman tersebut menjadi dasar pemikirannya di masa depan.
Kesempatan besar datang ketika ia diterima di Harvard University. Bagi seorang anak dari lingkungan keras Brooklyn itu adalah lompatan besar. Namun ia kembali menghadapi tantangan baru.



















