Merasa Dibutuhkan Bisa Menyelamatkan Kesehatan Mental

  • Bagikan
merasa tak dibutuhkan

Sebaliknya, ketika rasa ini hilang, kelelahan emosional mudah muncul. Orang tetap berfungsi, tetap tersenyum, tetap produktif, tetapi perlahan merasa kosong. Inilah yang membuat banyak krisis mental terlihat samar dari luar.

Tidak ada peristiwa besar yang memicu, tidak ada kegagalan mencolok. Yang ada hanyalah perasaan terabaikan yang menumpuk pelan-pelan.

Kisah para pemadam kebakaran di North Charleston menjadi contoh nyata. Mereka menjalani profesi yang oleh masyarakat dianggap mulia. Menyelamatkan nyawa, menghadapi bahaya, berdiri di garis depan krisis.

Namun tanpa kabar lanjutan tentang orang-orang yang ditolong, tanpa pengakuan sederhana bahwa upaya mereka membuahkan hasil, semangat perlahan padam.

Bukan karena pekerjaan kehilangan makna, tetapi karena mereka tidak pernah tahu apakah keberadaan mereka benar-benar berarti bagi orang lain.

Perubahan kecil yang dilakukan pimpinan mereka membuktikan satu hal penting. Ketika para petugas mulai menerima kabar bahwa korban selamat, bahwa keluarga bisa pulang dengan utuh, suasana kerja berubah.

Ucapan terima kasih yang tulus dan pengakuan atas tindakan kecil memulihkan rasa berharga yang sempat terkikis. Yang dibutuhkan bukan pujian besar, melainkan kepastian bahwa kehadiran mereka memberi dampak nyata.

Hal serupa terlihat dalam kehidupan para pensiunan, pengasuh, hingga relawan sosial. Ketika peran lama berakhir tanpa digantikan peran baru, rasa hampa mudah muncul.

  • Bagikan