Akibat ambiguitas bahasa ini, invasi pun dilancarkan pada 17 April 1961. Sekitar 1.500 pengasingan Kuba mendarat di Teluk Babi (Bay of Pigs).
Karena perencanaan yang didasari oleh optimisme keliru, pasukan itu menghadapi perlawanan sengit yang dipimpin langsung oleh Fidel Castro.
Invasi berakhir dengan kegagalan total. Ratusan orang tewas, sisanya ditangkap, dan Amerika Serikat menanggung rasa malu besar di mata dunia.
Kegagalan ini mendorong Kuba semakin dekat dengan Uni Soviet, hingga setahun kemudian dunia nyaris menyentuh ambang perang nuklir dalam Krisis Rudal Kuba (1962).
Sejarah mungkin akan berbeda jika saja seseorang di ruangan itu berani berkata jujur, “Tuan Presiden, peluang kita untuk berhasil hanya satu banding sepuluh.”
Ditulils oleh Dr. Akhmad Edhy Aruman, M.Si.













