Pemimpin Sejati Melepas Ego, Memanusiakan, dan Mengambil Tanggung Jawab

  • Bagikan
Pemimpin sejati melepas ego dan bertanggung jawab

LENSAKINI – Hampir tidak ada pemimpin yang berangkat bekerja dengan niat merusak timnya sendiri. Sebagian besar datang ke kantor dengan keyakinan yang terdengar mulia dan masuk akal yakni keinginan untuk bekerja dengan benar, mengambil keputusan terbaik, dan membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Namun justru dari keyakinan inilah banyak kegagalan kepemimpinan lahir, bukan karena niat buruk, melainkan karena ketidakmampuan melihat diri sendiri secara jujur.

Masalah mendasar dalam kepemimpinan jarang bersumber dari kurangnya kecerdasan atau kerja keras. Namun lebih sering tumbuh dari sesuatu yang jauh lebih halus dan sulit dikenali, yaitu self deception, sebuah kondisi ketika seseorang begitu sibuk merasa benar hingga kehilangan kemampuan untuk menyadari bahwa dirinya turut berkontribusi terhadap masalah yang sedang terjadi.

Sejarah medis memberikan gambaran yang sangat jelas tentang bahaya ini. Pada pertengahan abad ke sembilan belas, seorang dokter bernama Ignaz Semmelweis bekerja di bangsal bersalin Rumah Sakit Umum Wina.

Hampir setiap hari ia menyaksikan perempuan meninggal setelah melahirkan. Angka kematiannya mencengangkan. Sekitar satu dari sepuluh ibu tidak pernah pulang ke rumah.

Para dokter yang bertugas bukan orang sembarangan. Mereka terdidik, dihormati, dan sungguh sungguh percaya bahwa mereka sedang menyelamatkan nyawa.

Tidak ada satu pun dari mereka yang merasa sedang berbuat salah. Sampai Semmelweis menemukan fakta yang sangat tidak nyaman, bahwa penyakit mematikan itu justru dibawa oleh tangan para dokter sendiri yang berpindah dari ruang bedah ke ruang persalinan tanpa mencuci tangan.

  • Bagikan